Wafatnya Paus Shenouda III dan Nasib Umat Kristen di Mesir

KAIRO (MESIR) - Paus Shenouda III, sang pemimpin dan pembimbing umat Kristen Koptik sedunia yang menjadi panutan betapa kuatnya akar Kekristenan yang menjadi terang dan air kehidupan diantara kegelapan dan kegersangan hati manusia di Timur Tengah telah wafat, pada Sabtu (17/03/2012), dan dikebumikan pada (20/03/2012) di Biara di Delta Sungai Nil meninggalkan jutaan umat yang menangis dan bersedih serta rekan-rekan seiman yang kehilangan sosok pemimpin antar denominasi di Mesir.

"Shenouda adalah [salah satu]  paus dari Alkitab," ujar Ramez Atallah, pemimpin Persekutuan Alkitab di Mesir (BSE), menjelaskan karena Paus Shenouda-lah umat Kristen antar denominasi di Mesir merasa sangat menghormati Alkitab dan berbagai tulisan-tulisan para rasul Kristus yang menjadi dokumen serta falsafah hidup umat Kristen di Mesir dan sekitarnya.

Safwat el-Baiady, Presiden dari Gereja Protestan di Mesir (PCE) mengungkapkan, Paus Shenouda sebagai pemimpin penting dikalangan umat Kristen di dunia yang berkomitmen untuk meningkatkan adanya pengertian bersama antar denominasi gereja.

"Saya mengenalnya sebelum menjadi paus, dan kami melayani masyarakat sekitar juga saat di Dewan Gereja-gereja di Timur Tengah. Ia selalu bercengkrama dengan kami [Gereja Protestan] dan dengan seksama mendengarkan pandangan kami," tutur El Baiady.

Pendeta yang memimpin jemaat di Kota Minya, sebuah kota besar di Mesir Hulu ini menyatakan Paus Shenouda adalah pemimpin bijak yang peduli kepada umat Kristen, baik itu dari Gereja Protestan, Gereja Katolik, ataupun dari denominasi lainnya.

Menurut Pastor Ashraf Atta, gembala dari Gereja Pentakosta Kairo, Paus shenouda memiliki kebijaksanaan dalam menuntaskan konflik dan tekanan yang dihadapi umat Kristen di negara itu.

"Ia selalu memiliki keinginan untuk mengampuni dan bergerak maju," kata Atta

Titik Kritis
Pendeta Emad Amzi yang memimpin Sekolah Teologi di Alexandria menyatakan, peran politik Paus Shenouda III selama ini telah menjadikan umat Kristen di negeri itu memiliki peran utama dalam pergerakan politik yang besar bersama dengan umat lainnya. Sehingga saat Paus mangkat, adalah hal yang paling penting untuk memilih pengganti yang memiliki kemampuan sama seperti Paus Shenouda.

"Pemilihan penerus Paus Shenouda lebih penting daripada pemilihan presiden Mesir berikutnya, sebab ini sangat mempengaruhi iman umat Kristen [secara umum]," tegas Amzi

Sebab sebagai salah satu dari lima gereja yang lahir sebagai gereja mula-mula yang didirikan oleh dua belas Rasul Kristus antara lain, Gereja Katolik (Patriakh Roma), Gereja Orthodoks Yunani (Patriakh Kostantinopel), Gereja Orthodoks Yerusalem (Patriakh Yerusalem) dan Gereja Timur - Assiria (Patriakh Antiokhia); Gereja Koptik memiliki peran yang besar dalam menguatkan iman dan kesaksian sebagai pengikut Kristus.

Ditegaskannya, kini dari lima gereja mula-mula itu, ada dua gereja yang terancam akan punah, pertama adalah Gereja Timur - Assiria yang didirikan Rasul Tomas, di Irak, menyusul Gereja Koptik yang didirikan Rasul Markus.

Menurunya, dua gereja ini terancam punah akibat gencarnya usaha genosida dan diskriminasi yang dilakukan kelompok anti Kristen terutama kelompok Muslim fundamental yang bercita-cita mendirikan negara jazirah Islam di Timur Tengah.

Sehingga pemilihan Paus berikutnya sangatlah penting, paska mangkatnya Paus Shenouda, sebab ini menjadi titik penting dari usaha penghilangan umat Kristen di negara itu. Apakah paus dapat menghalangi dan menepis  gerakan fundamentalis Islam yang memaksakan penegakan hukum sepihak semakin terbuka luas.

Rifaat Fekry, seorang pendeta Protestan mengatakan. “Setelah revolusi, Pemerintahan Mesir berlaku seperti kabut,” katanya.

"Mesir yang dicita-citakan telah hilang, usaha kita sekarang adalah mencari dan memilih presiden dan paus [yang tepat]," lanjut pemimpin Gereja Shubra, mengharapkan agar umat Kristen di Mesir tidak salah memilih pemimpin mereka. (VoiceOf Copts/Persecution/VOM/TimPPGI)

Wafatnya Paus Shenouda III dan Nasib Umat Kristen di Mesir

KAIRO (MESIR) - Paus Shenouda III, sang pemimpin dan pembimbing umat Kristen Koptik sedunia yang menjadi panutan betapa kuatnya akar Kekristenan yang menjadi terang dan air kehidupan diantara kegelapan dan kegersangan hati manusia di Timur Tengah telah wafat, pada Sabtu (17/03/2012), dan dikebumikan pada (20/03/2012) di Biara di Delta Sungai Nil meninggalkan jutaan umat yang menangis dan bersedih serta rekan-rekan seiman yang kehilangan sosok pemimpin antar denominasi di Mesir.

"Shenouda adalah [salah satu]  paus dari Alkitab," ujar Ramez Atallah, pemimpin Persekutuan Alkitab di Mesir (BSE), menjelaskan karena Paus Shenouda-lah umat Kristen antar denominasi di Mesir merasa sangat menghormati Alkitab dan berbagai tulisan-tulisan para rasul Kristus yang menjadi dokumen serta falsafah hidup umat Kristen di Mesir dan sekitarnya.

Safwat el-Baiady, Presiden dari Gereja Protestan di Mesir (PCE) mengungkapkan, Paus Shenouda sebagai pemimpin penting dikalangan umat Kristen di dunia yang berkomitmen untuk meningkatkan adanya pengertian bersama antar denominasi gereja.

"Saya mengenalnya sebelum menjadi paus, dan kami melayani masyarakat sekitar juga saat di Dewan Gereja-gereja di Timur Tengah. Ia selalu bercengkrama dengan kami [Gereja Protestan] dan dengan seksama mendengarkan pandangan kami," tutur El Baiady.

Pendeta yang memimpin jemaat di Kota Minya, sebuah kota besar di Mesir Hulu ini menyatakan Paus Shenouda adalah pemimpin bijak yang peduli kepada umat Kristen, baik itu dari Gereja Protestan, Gereja Katolik, ataupun dari denominasi lainnya.

Menurut Pastor Ashraf Atta, gembala dari Gereja Pentakosta Kairo, Paus shenouda memiliki kebijaksanaan dalam menuntaskan konflik dan tekanan yang dihadapi umat Kristen di negara itu.

"Ia selalu memiliki keinginan untuk mengampuni dan bergerak maju," kata Atta

Titik Kritis
Pendeta Emad Amzi yang memimpin Sekolah Teologi di Alexandria menyatakan, peran politik Paus Shenouda III selama ini telah menjadikan umat Kristen di negeri itu memiliki peran utama dalam pergerakan politik yang besar bersama dengan umat lainnya. Sehingga saat Paus mangkat, adalah hal yang paling penting untuk memilih pengganti yang memiliki kemampuan sama seperti Paus Shenouda.

"Pemilihan penerus Paus Shenouda lebih penting daripada pemilihan presiden Mesir berikutnya, sebab ini sangat mempengaruhi iman umat Kristen [secara umum]," tegas Amzi

Sebab sebagai salah satu dari lima gereja yang lahir sebagai gereja mula-mula yang didirikan oleh dua belas Rasul Kristus antara lain, Gereja Katolik (Patriakh Roma), Gereja Orthodoks Yunani (Patriakh Kostantinopel), Gereja Orthodoks Yerusalem (Patriakh Yerusalem) dan Gereja Timur - Assiria (Patriakh Antiokhia); Gereja Koptik memiliki peran yang besar dalam menguatkan iman dan kesaksian sebagai pengikut Kristus.

Ditegaskannya, kini dari lima gereja mula-mula itu, ada dua gereja yang terancam akan punah, pertama adalah Gereja Timur - Assiria yang didirikan Rasul Tomas, di Irak, menyusul Gereja Koptik yang didirikan Rasul Markus.

Menurunya, dua gereja ini terancam punah akibat gencarnya usaha genosida dan diskriminasi yang dilakukan kelompok anti Kristen terutama kelompok Muslim fundamental yang bercita-cita mendirikan negara jazirah Islam di Timur Tengah.

Sehingga pemilihan Paus berikutnya sangatlah penting, paska mangkatnya Paus Shenouda, sebab ini menjadi titik penting dari usaha penghilangan umat Kristen di negara itu. Apakah paus dapat menghalangi dan menepis  gerakan fundamentalis Islam yang memaksakan penegakan hukum sepihak semakin terbuka luas.

Rifaat Fekry, seorang pendeta Protestan mengatakan. “Setelah revolusi, Pemerintahan Mesir berlaku seperti kabut,” katanya.

"Mesir yang dicita-citakan telah hilang, usaha kita sekarang adalah mencari dan memilih presiden dan paus [yang tepat]," lanjut pemimpin Gereja Shubra, mengharapkan agar umat Kristen di Mesir tidak salah memilih pemimpin mereka. (VoiceOf Copts/Persecution/VOM/TimPPGI)

Posted 2 years ago & Filed under luar negeri, kairo, mesir, timur tengah, mohon doa, www.kabargereja.tk,

About:

Following: