Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) akan Kembangkan Program Community Development (CD)

MEDAN (SUMUT) - Konven Pendeta dan Persidangan Sinode Tahunan Gereja Protestan di Indonesia bagian barat (GPIB) 2012 ditutup. Peserta dan panitia yang bekerja keras sejak Selasa (21/02/2012), akhirnya bisa tersenyum puas karena kegiatan tahunan GPIB tersebut berlangsung sukses.

Pada pembahasan program kerja Sabtu (25/02/2012) siang, sidang PST telah menyelesaikan evaluasi dan penyusunan program kerja Komisi Teologi dan Komisi Pelayanan dan Kesaksian (Pelkes). Sedangkan empat seksi lain dibahas pada sesi siang hingga sore.

“Secara umum, PST menerima hasil evaluasi Komisi Teologi dan Pelkes dengan berbagai catatan. Sidang juga menerima program kerja 2012-2013 kedua komisi ini,” papar Sekretaris Umum (Sekum) Majelis Sinode (MS) GPIB, Pdt Adriaan Pitoy STh MMin, saat break PST, pada Jumat, (25/02/2012).

Evaluasi dan pembahasan program kerja di dua komisi ini memakan waktu terbilang lama. Itu karena dua komisi tersebut memiliki peran sentral dalam pelayanan jemaat ke depan, tanpa mengurangi makna peran komisi lain.

Program kerja kedua komsi ini terkait program kerja Unit Pembinaan dan Pelayanan Masyarakat (UP2M). “Kita akan bermita dengan masyarakat, swasta dan pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seperti program community development (CD) dari GPIB lah,” ujar Pdt Pitoy menjelaskan.

Program CD GPIB ini akan dilaksanakan di tiap-tiap daerah di seluruh Indonesia. Tidak hanya jemaat GPIB, program ini akan menyentuh siapa saja yang dipandang pantas menerima.

Terkait asal dana, ditegaskan Pdt Pitoy, gereja bukanlah organisasi profit yang bisa menyisihkan keuntungan untuk program community development. Nantinya, dana untuk UP2M berasal dari sumbangan jemaat yang mampu dan sumbangan-sumbangan lain yang tidak mengikat.

“Jumlahnya lumayan besar. Tadi dibahas, saya lupa nilai totalnya,” kata Pdt Pitoy lagi.
Khusus Komisi Teologi, PST menekankan program kerja untuk menguatkan wawasan da lam rangka peningkatan kontribusi untuk mas yarakat di sekitar jemaat, dimanapun berada.

Keseluruhan hasil pembahasan dalam PST ini nantinya akan dibukukan dan menjadi Program Kerja dan Anggaran 2012-2013. Selanjutnya, Konven Pendeta dan PST 2013 akan dilaksanakan di Kota Ujung Pandang, Sulawesi Selatan.

Usai PST, sejumlah peserta dari kalangan pendeta akan menerima pembekalan. “Hanya untuk penguatan dan pencerahan bagi pelayan,” ujar Sekum MS GPIB ini.

Secara umum, Konven Pendeta dan PST GPIB Tahun 2012 ini dinilai sukses. Untuk itu, panitia secara khusus mengucapkan terimakasi kepada peserta Konven dan PST 2012, Muspida Puls di Medan dan Sumatera Utara, dan kepada masyarakat.

“Kami berharap Kota Medan dan Sumatera Utara makin dicintai masyarakat Indonesia, utamanya dalam pengembangan industri pariwisata,” pungkas Pdt Pitoy.(HarianSumut)

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) akan Kembangkan Program Community Development (CD)

MEDAN (SUMUT) - Konven Pendeta dan Persidangan Sinode Tahunan Gereja Protestan di Indonesia bagian barat (GPIB) 2012 ditutup. Peserta dan panitia yang bekerja keras sejak Selasa (21/02/2012), akhirnya bisa tersenyum puas karena kegiatan tahunan GPIB tersebut berlangsung sukses.

Pada pembahasan program kerja Sabtu (25/02/2012) siang, sidang PST telah menyelesaikan evaluasi dan penyusunan program kerja Komisi Teologi dan Komisi Pelayanan dan Kesaksian (Pelkes). Sedangkan empat seksi lain dibahas pada sesi siang hingga sore.

“Secara umum, PST menerima hasil evaluasi Komisi Teologi dan Pelkes dengan berbagai catatan. Sidang juga menerima program kerja 2012-2013 kedua komisi ini,” papar Sekretaris Umum (Sekum) Majelis Sinode (MS) GPIB, Pdt Adriaan Pitoy STh MMin, saat break PST, pada Jumat, (25/02/2012).

Evaluasi dan pembahasan program kerja di dua komisi ini memakan waktu terbilang lama. Itu karena dua komisi tersebut memiliki peran sentral dalam pelayanan jemaat ke depan, tanpa mengurangi makna peran komisi lain.

Program kerja kedua komsi ini terkait program kerja Unit Pembinaan dan Pelayanan Masyarakat (UP2M). “Kita akan bermita dengan masyarakat, swasta dan pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seperti program community development (CD) dari GPIB lah,” ujar Pdt Pitoy menjelaskan.

Program CD GPIB ini akan dilaksanakan di tiap-tiap daerah di seluruh Indonesia. Tidak hanya jemaat GPIB, program ini akan menyentuh siapa saja yang dipandang pantas menerima.

Terkait asal dana, ditegaskan Pdt Pitoy, gereja bukanlah organisasi profit yang bisa menyisihkan keuntungan untuk program community development. Nantinya, dana untuk UP2M berasal dari sumbangan jemaat yang mampu dan sumbangan-sumbangan lain yang tidak mengikat.

“Jumlahnya lumayan besar. Tadi dibahas, saya lupa nilai totalnya,” kata Pdt Pitoy lagi.
Khusus Komisi Teologi, PST menekankan program kerja untuk menguatkan wawasan da lam rangka peningkatan kontribusi untuk mas yarakat di sekitar jemaat, dimanapun berada.

Keseluruhan hasil pembahasan dalam PST ini nantinya akan dibukukan dan menjadi Program Kerja dan Anggaran 2012-2013. Selanjutnya, Konven Pendeta dan PST 2013 akan dilaksanakan di Kota Ujung Pandang, Sulawesi Selatan.

Usai PST, sejumlah peserta dari kalangan pendeta akan menerima pembekalan. “Hanya untuk penguatan dan pencerahan bagi pelayan,” ujar Sekum MS GPIB ini.

Secara umum, Konven Pendeta dan PST GPIB Tahun 2012 ini dinilai sukses. Untuk itu, panitia secara khusus mengucapkan terimakasi kepada peserta Konven dan PST 2012, Muspida Puls di Medan dan Sumatera Utara, dan kepada masyarakat.

“Kami berharap Kota Medan dan Sumatera Utara makin dicintai masyarakat Indonesia, utamanya dalam pengembangan industri pariwisata,” pungkas Pdt Pitoy.(HarianSumut)

About:

Following: