Pemimpin Gereja-gereja di Sulawesi Utara Minta Umat Teguh dalam Iman Kristus dan Waspada Terhadap Godaan Setan

MANADO (SULUT) - Terungkapnya rencana anti-Kristus menjadikan Sulut sebagai pusat penyebaran aliran sesat di Asia langsung disikapi beberapa tokoh gereja di Sulawesi Utara.

Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sulawesi Utara, Ir Roy Octavianus Roring MSi mengatakan, tidak ada istilah gereja setan. “Gereja ya Gereja. Karena Gereja itu Bait Allah. Mereka itu aliran sesat,” katanya.

Tetapi Roy Roring meminta agar umat tetap lebih aktif lagi dalam ibadah dan waspada terhadap godaan setan.

Ketua Komisi Pemuda Sinode GMIM Pnt Billy Lombok meminta generasi muda di daerah ini agar tetap waspada. Apalagi saat berjalan-jalan di tempat-tempat umum. “Hati-hati dengan orang yang tidak kita kenal. Mereka bisa menggaet siapa saja lewat hipnotis. Tetapi yang terutama, para generasi muda kita harus mendekatkan diri dengan Tuhan”.

"Lewat rajin pergi ke tempat ibadah, rajin baca Alkitab, dan rajin berdoa. Kalau iman kita kuat, tidak akan bisa diganggu iblis. Kita perkuat benteng iman percaya kita kepada Tuhan," pesan Pnt Lombok.

Senada dengan Pnt Lombok, Ketua Pemuda Katolik Komda Sulut Julius Tumilantouw menegaskan “Kalau iman kita teguh, kita pasti tidak akan tergoda dengan bujuk rayu setan. Itulah yang harus dipertahankan karena menjadi senjata untuk menekan pengaruh ajaran-ajaran sesat,” ujar Tumilantouw, kemarin.

Dia pun mengoreksi penggunaan istilah gereja setan. “Karena sebagai umat Kristen, yang kita yakini adalah gereja itu tempat persekutuan umat Kristen. Jadi di luar itu bukan gereja namanya,” imbuhnya.

Gembala Sidang Charismatic Worship Service (CWS) Manado, Pendeta Jeffry Tumimomor mengajak agar pemerintah juga dapat berkoordinasi dengan masyarakat dan segenap elemen terkait agar tidak membuat informasi yang simpang siur, yang akhirnya membuat masyarakat malah ingin mencobanya.

“Untuk itu kita harus waspada. Ini kita jadikan sebagai dorongan bagi kita semua agar umat semakin dekat dengan Tuhan,” katanya.

Senada dengan tokoh gereja, pemerintah pun turut menegaskan akan menyikapinya sesuai aturan. “Ini akan kami sikapi,” kata Gubernur SH Sarundajang di hadapan sidang paripurna DPR Sulut, Selasa (25/10/2011).

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, James Sumendap menegaskan, aliran sesat ini adalah persoalan serius yang harus disikapi. Sebab sangat berbahaya keberadaannya bila tidak disikapi.

Ancaman besar gereja di Indonesia

Munculnya kembalinya aliran sesat di daerah ini ini sendiri, berawal pada akhir pekan lalu (21/10/2011), di Desa Kaasar, Minahasa Utara.

Masyarakat setempat dibuat heboh dengan kejadian kerasukan setan dengan mengeluarkan taring dan terbang melayang tanpa menginjak tanah yang menimpa seorang siswa bernama Ican Maringka (IM). Kejadian yang menimpa seorang pemudi yang dikenal tenang dan pendiam itu, menjadi pemicu munculnya kembali ajaran sesat di bumi Nyiur Melambai.

Bahkan, dari kesaksian sejumlah mantan pengikut aliran sesat di Sulut seperti Linda Wullur dan jendral setan Ronny Mantiri, daerah dengan kerukunan dan toleransi beragama yang tinggi ini, mereka berusaha akan dijadikan pusat penyebaran ajaran antikris.

Tak tanggung-tanggung ritual yang mereka lakukan semuanya seperti kepercayaan kepada setan. Dari pengakuan Linda, yang menarik disimak adalah cara ritual yang di luar pikiran manusia, dimana pesta seks menjadi upacara rutin dalam ritual setiap Jumat di hutan.

Linda yang tertular ajaran sesat ini dari rekan sekolahnya Viktor, mengakui pesta seks antar sesama penganut aliran sesat itu, seperti sudah menjadi agenda rutin saat ritual. Pesta seks itu dilakukan tanpa menggunakan busana alias telanjang dan itu dilakukan di bawah alam sadar.

Bersyukur saat ini Linda sudah keluar dari aliran sesat itu karena diselamatkan kelompok Trisula. Tapi bagi Linda, aliran sesat yang sempat diikutinya itu membuat kehidupan pribadinya sangat berbeda atau berubah drastis dari kehidupan sebelum terlibat dalam aliran tersebut.

Selain adanya pesta seks, semua anggota juga meminum minuman wajib yakni darah manusia dan memakan daging bayi hasil aborsi. Itu semua dilakukan saat ritual setiap Jumat malam yang dikendalikan pemimpin yang mereka kenal yakni Lucifer,’’ kata Linda, mengisahkan perjalanan ia menjadi pengikut aliran sesat.

Menurut Linda, pengaruh setan sangat luar biasa kuatnya sehingga ia sempat sulit menghindarinya. Itu juga dirasakan Viktor yang sebelum Linda, sudah menjadi pengikut penganut aliran sesat itu. Viktor yang pertama kali menularkan Linda ajaran sesat itu, terlibat juga dalam ritual sadis yang dilakukan penganut sekte jahat itu.

Viktor bersama rekan-rekannya sudah beberapa kali mengikuti upacara iblis yang membawa mereka ke dunia lain yang tak sewajarnya diikuti. Tapi karena pengaruh yang datang begitu besar sehingga upacara demi upacara setan itu mereka lakukan.

Viktor yang dikenal dengan sebutan Ito, menjadi saluran untuk menggaet jiwa-jiwa baru di sekolahnya, dan tak sedikit yang sudah mampu dipengaruhi selain Linda dan Ican. Viktor sendiri menjalani tugas itu selalu mendapat pujian ketika mampu membawa jiwa yang baru dalam ritual setan tersebut. Sehingga tujuan mereka untuk menguasai anak muda di Minahasa Utara, selangkah lagi hampir tercapai.

Hanya saja, karena sudah terbongkar praktek mereka, aliran sesat itu mulai mengurangi sepak terjang mereka. Pengakuan yang lebih heboh lagi terungkap ketika ditayangkannya video rekaman dari Ronny Mantiri.

Mantan Jendral aliran sesat se-Asia itu mengaku Sulawesi Utara akan dijadikan sasaran empuk aliran sesat ini. Mereka bahkan berani menyusup di ibadah-ibadah orang Kristen baik di gereja-gereja maupun di ibadah-ibadah KKR untuk mengganggu, menarik pengikut baru, bahkan menguji pendeta yang lagi memimpin ibadah. (ManadoPost)

Pemimpin Gereja-gereja di Sulawesi Utara Minta Umat Teguh dalam Iman Kristus dan Waspada Terhadap Godaan Setan

MANADO (SULUT) - Terungkapnya rencana anti-Kristus menjadikan Sulut sebagai pusat penyebaran aliran sesat di Asia langsung disikapi beberapa tokoh gereja di Sulawesi Utara.

Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sulawesi Utara, Ir Roy Octavianus Roring MSi mengatakan, tidak ada istilah gereja setan. “Gereja ya Gereja. Karena Gereja itu Bait Allah. Mereka itu aliran sesat,” katanya.

Tetapi Roy Roring meminta agar umat tetap lebih aktif lagi dalam ibadah dan waspada terhadap godaan setan.

Ketua Komisi Pemuda Sinode GMIM Pnt Billy Lombok meminta generasi muda di daerah ini agar tetap waspada. Apalagi saat berjalan-jalan di tempat-tempat umum. “Hati-hati dengan orang yang tidak kita kenal. Mereka bisa menggaet siapa saja lewat hipnotis. Tetapi yang terutama, para generasi muda kita harus mendekatkan diri dengan Tuhan”.

"Lewat rajin pergi ke tempat ibadah, rajin baca Alkitab, dan rajin berdoa. Kalau iman kita kuat, tidak akan bisa diganggu iblis. Kita perkuat benteng iman percaya kita kepada Tuhan," pesan Pnt Lombok.

Senada dengan Pnt Lombok, Ketua Pemuda Katolik Komda Sulut Julius Tumilantouw menegaskan “Kalau iman kita teguh, kita pasti tidak akan tergoda dengan bujuk rayu setan. Itulah yang harus dipertahankan karena menjadi senjata untuk menekan pengaruh ajaran-ajaran sesat,” ujar Tumilantouw, kemarin.

Dia pun mengoreksi penggunaan istilah gereja setan. “Karena sebagai umat Kristen, yang kita yakini adalah gereja itu tempat persekutuan umat Kristen. Jadi di luar itu bukan gereja namanya,” imbuhnya.

Gembala Sidang Charismatic Worship Service (CWS) Manado, Pendeta Jeffry Tumimomor mengajak agar pemerintah juga dapat berkoordinasi dengan masyarakat dan segenap elemen terkait agar tidak membuat informasi yang simpang siur, yang akhirnya membuat masyarakat malah ingin mencobanya.

“Untuk itu kita harus waspada. Ini kita jadikan sebagai dorongan bagi kita semua agar umat semakin dekat dengan Tuhan,” katanya.

Senada dengan tokoh gereja, pemerintah pun turut menegaskan akan menyikapinya sesuai aturan. “Ini akan kami sikapi,” kata Gubernur SH Sarundajang di hadapan sidang paripurna DPR Sulut, Selasa (25/10/2011).

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, James Sumendap menegaskan, aliran sesat ini adalah persoalan serius yang harus disikapi. Sebab sangat berbahaya keberadaannya bila tidak disikapi.

Ancaman besar gereja di Indonesia

Munculnya kembalinya aliran sesat di daerah ini ini sendiri, berawal pada akhir pekan lalu (21/10/2011), di Desa Kaasar, Minahasa Utara.

Masyarakat setempat dibuat heboh dengan kejadian kerasukan setan dengan mengeluarkan taring dan terbang melayang tanpa menginjak tanah yang menimpa seorang siswa bernama Ican Maringka (IM). Kejadian yang menimpa seorang pemudi yang dikenal tenang dan pendiam itu, menjadi pemicu munculnya kembali ajaran sesat di bumi Nyiur Melambai.

Bahkan, dari kesaksian sejumlah mantan pengikut aliran sesat di Sulut seperti Linda Wullur dan jendral setan Ronny Mantiri, daerah dengan kerukunan dan toleransi beragama yang tinggi ini, mereka berusaha akan dijadikan pusat penyebaran ajaran antikris.

Tak tanggung-tanggung ritual yang mereka lakukan semuanya seperti kepercayaan kepada setan. Dari pengakuan Linda, yang menarik disimak adalah cara ritual yang di luar pikiran manusia, dimana pesta seks menjadi upacara rutin dalam ritual setiap Jumat di hutan.

Linda yang tertular ajaran sesat ini dari rekan sekolahnya Viktor, mengakui pesta seks antar sesama penganut aliran sesat itu, seperti sudah menjadi agenda rutin saat ritual. Pesta seks itu dilakukan tanpa menggunakan busana alias telanjang dan itu dilakukan di bawah alam sadar.

Bersyukur saat ini Linda sudah keluar dari aliran sesat itu karena diselamatkan kelompok Trisula. Tapi bagi Linda, aliran sesat yang sempat diikutinya itu membuat kehidupan pribadinya sangat berbeda atau berubah drastis dari kehidupan sebelum terlibat dalam aliran tersebut.

Selain adanya pesta seks, semua anggota juga meminum minuman wajib yakni darah manusia dan memakan daging bayi hasil aborsi. Itu semua dilakukan saat ritual setiap Jumat malam yang dikendalikan pemimpin yang mereka kenal yakni Lucifer,’’ kata Linda, mengisahkan perjalanan ia menjadi pengikut aliran sesat.

Menurut Linda, pengaruh setan sangat luar biasa kuatnya sehingga ia sempat sulit menghindarinya. Itu juga dirasakan Viktor yang sebelum Linda, sudah menjadi pengikut penganut aliran sesat itu. Viktor yang pertama kali menularkan Linda ajaran sesat itu, terlibat juga dalam ritual sadis yang dilakukan penganut sekte jahat itu.

Viktor bersama rekan-rekannya sudah beberapa kali mengikuti upacara iblis yang membawa mereka ke dunia lain yang tak sewajarnya diikuti. Tapi karena pengaruh yang datang begitu besar sehingga upacara demi upacara setan itu mereka lakukan.

Viktor yang dikenal dengan sebutan Ito, menjadi saluran untuk menggaet jiwa-jiwa baru di sekolahnya, dan tak sedikit yang sudah mampu dipengaruhi selain Linda dan Ican. Viktor sendiri menjalani tugas itu selalu mendapat pujian ketika mampu membawa jiwa yang baru dalam ritual setan tersebut. Sehingga tujuan mereka untuk menguasai anak muda di Minahasa Utara, selangkah lagi hampir tercapai.

Hanya saja, karena sudah terbongkar praktek mereka, aliran sesat itu mulai mengurangi sepak terjang mereka. Pengakuan yang lebih heboh lagi terungkap ketika ditayangkannya video rekaman dari Ronny Mantiri.

Mantan Jendral aliran sesat se-Asia itu mengaku Sulawesi Utara akan dijadikan sasaran empuk aliran sesat ini. Mereka bahkan berani menyusup di ibadah-ibadah orang Kristen baik di gereja-gereja maupun di ibadah-ibadah KKR untuk mengganggu, menarik pengikut baru, bahkan menguji pendeta yang lagi memimpin ibadah. (ManadoPost)

About:

Following: